Kiat Sukses Bisnis Ternak Sapi Simental Secara Cepat

Kiat Sukses Bisnis Ternak Sapi Simental Secara Cepat

Ternak Sapi simental. Hewan yang satu ini memang memiliki banyak mafaatnya. Tahukah Anda, bahwa manfaat sapi bukan hanya sebagai bahan konsumsi manusia, lebih dari itu binatang berkaki empat ini memiliki manfaat seperti halnya menghasilkan susu, sampai kulitnya dijadikan sebagai bahan utama kerajinan dan industry.
Negara kita kaya dengan berbagai macam ternak, salah satu hewan ternak yang memiliki banyak keuntungan yaitu sapi. Sapi merupakan hewan ternak yang memiliki banyak keuntungan bagi pemiliknya, diantaranya sapi dapat diambil susunya untuk dijadikan minuman olahan, daging dan kulit sebagai bahan makanan manusia, selain itu juga kulit sapi bisa diolah menjadi kerajinan tangan salah satunya tas kulit sapi. Selain menjadi bahan olahan makanan ataupun kerajinan, sapi juga bisa dijadikan alat transpotasi untuk menarik gerobak maupun membajak sawah.
Selain bermanfaat di bidang industri yang menghasilkan produk-produk seperti halnya sepatu, tas, gelang dan sebagainya, sapi juga dimanfaatkan tenaganya untuk membajak di sawah. Dengan sapi, para petani menggemburkan sawah.
Daging sapi yang diproduksi untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yaitu daging sapi potong. Sapi potong meruapakan sapi yang dipelihara dengan tujuan untuk diambil dagingnya. Dengan begitu tingginya permintaan produksi daging di masyarakat sehingga pelaku usaha atau pembudidaya sapi potong berpikir bagaimana cara untuk menggemukan sapi potong tersebut.
Begitu banyak manfaat dari hewan ini, maka dari itu, aku hanya akan memilih satu manfaatnya saja dalam pembahasan kali ini. Pembahasan kali ini mengenai kebutuhan masyarakat berupa daging sapi.
Mengapa Sapi Potong?
Di negara kita budidaya sapi masih minim dan usaha berternak sapi kebayakan masih dengan menggunakan sistem tradisional dan dijadikan sebagai usaha sambilan. Pertumbuhan penduduk di Negara kita semakin meningkat sehingga jumlah permintaan dan kebutuhan daging juga tinggi, terutama daging sapi. Namun, jumlah produksi daging sapi saat ini masih belum bisa memenuhi jumlah kebutuhan masyarakat akan daging.
Ya, daging sapi memang kebutuhan manusia yang semakin hari konsumsinya semakin naik. Apalagi di hari-hari penting seperti Hari Lebaran dan hari-hari libur lainnya. Bahkan, di setiap menjelang Idul Qurban, permintaan daging sapi akan meningkat secara signifikan.
Guna memenuhi permintaan pasar yang semakin tinggi, maka para peternak sapi pun mengambil ide untuk melakukan penggemukan. Program ini sangat bermanfaat salah satunya untuk memenuhi kebutuhan orang-orang khususnya di hari-hari special.
Dengan penggemukan, otomatis daging sapi akan bertambah berat dan banyak. Dari hal demikian, kebutuhan masyarakat akan tingginya permintaan daging sapi dapat terpenuhi.
Karena hebatnya cara penggemukan ini, sekarang makin banyak peternak yang ingin mencoba program ini. Saking besarnya keuntungan yang di dapat bila melaksanakan penggemukan sapi ini, para pengusaha berlomba-lomba untuk menggemukkan sapinya.
Sudah menjadi lumrah bahwa setiap persaingan pasti ada yang bermain kurang sehat, namun juga masih banyak juga para peternak yang mengambil cara yang benar untuk menggemukkan sapi dengan alami.
Point yang Sebaiknya Diperhatikan Ketika Penggemukan Sapi
Penggemukan sapi tidak bisa dilakukan secara instan. Pengusaha harus mempunyai sikap sabar, telaten dan kerja keras. Tanpa itu semua, mungkin penggemukan yang dilakukan kurang maksimal.
Adapun kriteria yang perlu dipenuhi ketika penggemukan sapi adalah mengenai pakan ternak itu sendiri. Dalam proses penggemukan sapi, makanan sapi harus seimbang, yakni makanan yang mengandung gizi. Tentu saja, gizi itu meliputi protein, lemak, karbohidrat dan susunan gizi yang lainnya.
Terkait makanan sapi, usahakan makanan yang dikonsumsi adalah makanan yang bersih, tidak tercemar dan merupakan makanan yang masih segar. Sebab, bila makanan sapi sudah busuk atau tercemar dapat menyebabkan timbulnya penyakit di tubuh sapi.
Tidak semua orang berhasil dalam melakukan penggemukan sapi potong, hal ini karena ketidaktahuan mereka dalam melakukan penggemukan sapi. Penggemukan sapi potong tidak hanya dilakukan dengan cara memberikan pakan saja, namun pemberian vitamin juga harus dilakukan agar sapi tetap sehat dan kebutuhan gizinya terjaga. Ketika melakukan penggemukan ada beberapa syarat terutama pada pakannya.
Selanjutnya, Kalian juga perlu memperhatikan pakan yang Anda cari. Tahukah Anda mengapa para peternak yang mencari rumput selalu di sore hari? Bukan tanpa alas an, peternak sengaja mencari rumput di sore hari agar pakan tetap sehat. Maksudnya, pakan terhindar dari rentannya telur cacing yang menyukai rumput yang berembun.
Adapun jika Anda terpaksa mencari rumput di pagi hari, penulis sarankan agar mengeringkannya terlebih dahulu sebelum diberikan kepada sapi. Dengan demikian, sapi akan terhindar dari kejang perut atau kembung.
Macam-macam Pakan Sapi
Dalam penggemukan sapi potong, pakan sapi adalah nomor satu karena pakan yang baik akan sangat cepat menggemukan sapi tersebut. Namun, kadang pakan menjadi masalah karena ada sebagian sapi yang cocok dengan beberapa jenis pakan. Maka dari itu, pembudidaya harus pandai mencari pakan yang cocok untuk sapi terutama dalam masa penggemukan sapi potong tersebut.
Untuk menghasilkan sapi yang mempunyai daging banyak, para pengusaha harus benar-benar telaten dalam memilihkan pakan. Adapun dalam proses penggemukan sapi terdapat dua macam pakan besar yang biasa digunakan.
Carilah pakan sapi yang memiliki kandungan gizi yang cukup untuk kebutuhan sapi tersebut, pakan haruslah mengandung protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral. Serta pakan tersebut dalam keadaan baik dan tidak tercemar kotoran atau bibit penyakit yang akan merusak pakan tersebut. Untuk mencari pakan, carilah pakan di siang hari atau sore hari hal ini karena untuk menghindari telur cacing.
Pakan Hijau
Pakan hijau tentu saja terkait dengan tumbuh-tumbuhan. Pakan jenis ini sangat penting karena gizi yang berasal dari tanaman akan lebih besar daripada gizi buatan. Seperti halnya rumput, daun lamtoro ataupun jerami sangat cocok untuk pakan sapi.
Pakan Konsentrat
Pakan ini biasanya adalah pakan yang mengalami proses fermentasi terlebih dahulu. Contoh konkrit yang bisa diambil adalah dedak padi. Dedak padi sangat cocok sebagai penguat gizi guna menghasilkan sapi yang gemuk.
Selain dedak padi, Anda pun dapat membuat campuran tersendiri untuk menghasilkan pakan yang berkualitas. Bisa diambil sebagai contoh. Yakni campuran dedak padi sebanyak 70%, kemudian bungkil kelapa sebanyak 30% selanjutnya bias ditambah dengan tepung tulang dan garam dapur secukupnya.

Jadwalkan Pemberian Pakan Sapi Ternak

Pakan untuk penggemukan sapi harus diatur agar penggemukan sapi potong tersebut sesuai target yang diharapkan. Nah, bagi pebisnis sebaiknya memberikan pakan hijau lebih banyak dari pada olahan konsentrat, karena pakan hijau adalah makanan utama sapi. Waktu yang cocok dalam pemberian pakan yaitu pukul 8 pagi, 12 siang, dan 5 sore, tiga kali dalam sehari merupakan standar pemberiaan pakan untuk ternak.
Adapun jadwal yang baik untuk memberi pakan sapi adalah waktu-waktu pagi, siang sampai sore. Anda bias mengambil waktu-waktu luang Anda dengan memulai pada jam 08.00, kemudian untuk pakan siangnya jam 12.00, terakhir pada sore hari pada pukul 17.00. Ambil saja jarak pemberian pakan antara 3-5 jam setelah pemberian pakan.
Ciri-ciri Sapi Ternak yang Baik untuk Proses Penggemukan
Tentu Anda akan bertanya-tanya apakah semua jenis sapi bias diternak untuk menjalani proses penggemukan. Tentu saja tidak semuanya bisa, hanya sapi-sapi yang sehatlah yang mampu dijadikan lading bisnis penggemukan ternak sapi. Adapun ciri-cirinya sebagai berikut:
Perhatikan Umur Sapi
Bila Anda ingin melakukan penggemukan sapi, Anda bias memilih sapi ternak yang memiliki umur kisaran 2-3 tahun. Sapi dengan umur ini tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda, sehingga sangat bagus untuk diternak dan menjalani proses penggemukan.
Pilihlah Sapi yang Jantan
Dalam berbisnis penggemukan sapi, penulis sarankan agar Anda memilih sapi yang berjenis kelamin jantan. Bukan tanpa maksud, sapi jantan tentu saja harganya akan lebih mahal. Terlebih bila bisnis penggemukan sapi Anda khususkan pada moment Idul Adha yang sebentar lagi akan tiba.
Bentuk Tubuh Sapi
Bila Anda pemula, alangkah lebih baiknya bila Anda juga mencermati satu trik ini. Ya, pilihlah sapi yang bertubuh kokoh, panjang dan mempunyai rongga perut yang bulat dan lebar. harus Anda ketahui pula untuk ukuran tubuh sapi yang baik idealnya 170 cm, sedangkan tinggi pundak sapi normalnya 135 cm.
Karena berbisnis harus untung, maka Anda harus berpikir jernih bahwa kedepannya daging sapi pasti akan bertambah. Seiring bertambahnya berat dan banyaknya daging tentu saja juga memerlukan tubuh yang kuat untuk menopangnya.
Jangan Ada Cacat
Karena tujuan Anda adalah bisnis, maka Anda juga perlu memperhatikan kaki sapi. Percuma bila Anda melakukan penggemukan sapi ternak, namun ada cacat. Mengapa demikian?, di manapun tempatnya berada, orang yang membeli pasti memilih sapi yang sehat dan kuat. Sebab sapi bukan hanya sekedar konsumsi, namun juga sebuah tingkatan budaya sosial.
Memiliki Mata yang Sehat
Salah satu indikasi sapi yang sehat adalah bentuk matanya. Bila bentuk matanya tajam dan bersih, sapi tersebut sangat baik untuk proses penggemukan. Maka dari itu, pilihlah sapi yang memiliki mata yang sehat untuk kelancaran bisnis Anda.

Demikianlah sekilas informasi mengenai penggemukan sapi. Selain hal-hal di atas, Anda dituntut harus menjaga kebersihan faktor luar agar sapi tetap sehat. Sebut saja dalam proses ternaknya Anda harus membersihkan kandang secara rutin.

Saat proses ternak sapi tentu saja akan lebih banyak kotoran yang dikeluarkan sapi, maka dari itu Anda harus rajin-rajin membersihkannya agar sapi bebas dari penyakit. Akhir kata, selamat mencoba trik-trik di atas, semoga bermanfaat.

Bukan hanya manusia yang membutuhkan hidup teratur. Hewan ternak sapi pun dalam proses penggemukannya juga memerlukan waktu yang teratur untuk pemberian pakannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *