Kiat Sukses Bisnis Ternak Sapi Bali yang Belum Kamu Ketahui

Kiat Sukses Bisnis Ternak Sapi Bali yang Belum Kamu Ketahui

Ternak Sapi bali. Hewan yang satu ini memang memiliki banyak mafaatnya. Tahukah Anda, bahwa manfaat sapi bali bukan hanya sebagai bahan konsumsi manusia, lebih dari itu hewan berkaki empat ini memiliki manfaat seperti halnya menghasilkan susu, sampai kulitnya dijadikan sebagai bahan utama kerajinan dan industry.

Selain bermanfaat di bidang industri yang menghasilkan produk-produk seperti halnya sepatu, tas, gelang dan sebagainya, sapi bali juga dimanfaatkan tenaganya untuk membajak di sawah. Dengan sapi bali, para petani menggemburkan sawah.

Begitu banyak manfaat dari hewan ini, maka dari itu, penulis hanya akan memilih satu manfaatnya saja dalam pembahasan kali ini. Pembahasan kali ini mengenai kebutuhan manusia berupa daging sapi bali.

Mengapa Sapi bali?

Ya, daging sapi bali memang kebutuhan manusia yang semakin hari konsumsinya semakin naik. Apalagi di hari-hari khusus seperti Hari Lebaran dan hari-hari libur lainnya. Bahkan, di setiap menjelang Idul Qurban, permintaan daging sapi bali akan meningkat secara signifikan.

Guna memenuhi permintaan pasar yang semakin tinggi, maka para peternak sapi bali pun memilih ide untuk melakukan ternak. Program ini sangat bermanfaat salah satunya untuk memenuhi kebutuhan orang-orang khususnya di hari-hari special.

Dengan ternak, otomatis daging sapi bali akan bertambah berat dan banyak. Dari hal demikian, kebutuhan masyarakat akan tingginya permintaan daging sapi bali dapat terpenuhi.

Karena hebatnya cara ternak ini, kini banyak peternak yang ingin mencoba program ini. Saking besarnya keuntungan yang di dapat bila melaksanakan ternak sapi bali ini, para peternak berlomba-lomba untuk menggemukkan sapi balinya.

Sudah menjadi lumrah bahwa setiap persaingan pasti terdapat oknum yang bermain kurang sehat, namun juga masih banyak para pengusaha yang mengambil jalan lurus untuk menggemukkan sapi bali dengan sehat.

Hal-hal yang Sebaiknya Diperhatikan Ketika Ternak Sapi bali

Ternak sapi bali tidak bisa dilakukan secara instan. Pengusaha harus mempunyai sikap sabar, telaten dan kerja keras. Tanpa itu semua, mungkin ternak yang dilakukan kurang maksimal.

Adapun kriteria yang perlu dicermati ketika ternak sapi bali adalah mengenai pakan ternak itu sendiri. Dalam proses ternak sapi bali, makanan sapi bali harus seimbang, yakni makanan yang memenuhi gizi. Tentu saja, gizi itu meliputi protein, lemak, karbohidrat dan susunan gizi yang lainnya.

Terkait makanan sapi bali, usahakan makanan yang dikonsumsi adalah makanan yang bersih, tidak tercemar dan merupakan makanan yang masih fresh. Sebab, bila makanan sapi bali sudah busuk atau tercemar dapat menyebabkan timbulnya penyakit di tubuh sapi bali.

Selanjutnya, Kalian juga perlu memperhatikan pakan yang Anda cari. Tahukah Anda mengapa para peternak yang mencari rumput selalu di sore hari? Bukan tanpa alas an, peternak sengaja mencari rumput di sore hari agar pakan tetap sehat. Maksudnya, pakan terhindar dari rentannya telur cacing yang menyukai rumput yang berembun.

Adapun jika Anda terpaksa mencari rumput di pagi hari, penulis sarankan agar mengeringkannya terlebih dahulu sebelum diberikan kepada sapi bali. Dengan demikian, sapi bali akan terhindar dari kejang perut atau kembung.

Macam-macam Pakan Sapi bali

Untuk menghasilkan sapi bali yang mempunyai daging banyak, para peternak harus benar-benar telaten dalam memilihkan pakan. Adapun dalam proses ternak sapi bali terdapat dua macam pakan besar yang biasa digunakan.

  1. Pakan Hijau

Pakan hijau tentu saja terkait dengan tumbuh-tumbuhan. Pakan jenis ini sangat bagus karena gizi yang berasal dari tanaman akan lebih besar daripada gizi buatan. Seperti halnya rumput, daun lamtoro ataupun jerami sangat cocok untuk pakan sapi bali.

  1. Pakan Konsentrat

Pakan konsentrat biasanya adalah pakan yang mengalami proses fermentasi terlebih dahulu. Contoh konkrit yang bisa diambil adalah dedak padi. Dedak padi sangat cocok sebagai penguat gizi guna menghasilkan sapi bali yang gemuk.

Selain dedak padi, Anda pun dapat membuat campuran tersendiri untuk menghasilkan pakan yang berkualitas. Bisa diambil sebagai contoh. Yakni campuran dedak padi sebanyak 70%, kemudian bungkil kelapa sebanyak 30% selanjutnya bias ditambah dengan tepung tulang dan garam dapur secukupnya.

Jadwalkan Pemberian Pakan Sapi bali Ternak

Bukan hanya manusia yang membutuhkan hidup teratur. Hewan ternak sapi bali pun dalam waktu ternaknya juga memerlukan waktu yang teratur untuk pemberian pakannya.

Adapun jadwal yang baik untuk memberi pakan sapi bali adalah waktu-waktu pagi, siang sampai sore. Anda bias mengambil waktu-waktu luang Anda dengan memulai pada jam 08.00, kemudian untuk pakan siangnya jam 12.00, terakhir pada sore hari pada pukul 17.00. Ambil saja jarak pemberian pakan antara 3-5 jam setelah pemberian pakan.

Ciri-ciri Sapi bali Ternak yang Baik untuk Proses Ternak

Tentu Anda akan bertanya-tanya apakah semua jenis sapi bali bias diternak untuk menjalani proses ternak. Tentu saja tidak semuanya bisa, hanya sapi bali-sapi bali yang sehatlah yang dapat dijadikan lading bisnis ternak ternak sapi bali. Adapun ciri-cirinya sebagai berikut:

  1. Perhatikan Umur Sapi bali

Bila Anda ingin melakukan ternak sapi bali, Anda bias memilih sapi bali ternak yang memiliki umur kisaran 2-3 tahun. Sapi bali dengan umur ini tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda, sehingga sangat bagus untuk diternak dan menjalani proses ternak.

  1. Pilihlah Sapi bali yang Jantan

Dalam berbisnis ternak sapi bali, penulis sarankan agar Anda memilih sapi bali yang berjenis kelamin jantan. Bukan tanpa maksud, sapi bali jantan tentu saja harganya akan lebih mahal. Terlebih bila bisnis ternak sapi bali Anda khususkan pada moment Idul Adha yang sebentar lagi akan tiba.

  1. Bentuk Tubuh Sapi bali

Bila Anda pemula, alangkah lebih baiknya bila Anda juga tidak meninggalkan satu trik ini. Ya, pilihlah sapi bali yang bertubuh kokoh, panjang dan mempunyai rongga perut yang bulat dan lebar. harus Anda ketahui pula untuk ukuran tubuh sapi bali yang baik idealnya 170 cm, sedangkan tinggi pundak sapi bali normalnya 135 cm.

Karena berbisnis harus untung, maka Anda harus berpikir jernih bahwa kedepannya daging sapi bali pasti akan bertambah. Seiring bertambahnya berat dan banyaknya daging tentu saja juga memerlukan tubuh yang kuat untuk menopangnya.

  1. Jangan Ada Cacat

Karena tujuan Anda adalah beternak, maka Anda juga perlu memperhatikan kaki sapi bali. Percuma bila Anda melakukan ternak sapi bali ternak, namun ada cacat. Mengapa demikian?, di manapun tempatnya berada, orang yang membeli pasti memilih sapi bali yang sehat dan kuat. Sebab sapi bali bukan hanya sekedar konsumsi, namun juga sebuah tingkatan budaya sosial.

  1. Memiliki Mata yang Sehat

Salah satu indikasi sapi bali yang sehat adalah bentuk matanya. Jika bentuk matanya tajam dan bersih, sapi bali tersebut sangat baik untuk proses ternak. Maka dari itu, pilihlah sapi bali yang memiliki mata yang sehat untuk kelancaran bisnis Anda.

Saat proses ternak sapi bali tentu saja akan lebih banyak kotoran yang dikeluarkan sapi bali, maka dari itu Anda harus rajin membersihkannya agar sapi bali bebas dari penyakit. Akhir kata, selamat mencoba trik-trik di atas, semoga bermanfaat.

Demikianlah sekilas informasi mengenai ternak sapi bali. Selain hal-hal di atas, Anda juga harus menjaga kebersihan faktor luar agar sapi bali tetap sehat. Sebut saja dalam proses ternaknya Anda harus membersihkan kandang secara rutin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *