Memilih Usaha Peternakan Sapi Untuk Mendapatkan Penghasilan Yang Besar

Memilih Usaha Peternakan Sapi Untuk Mendapatkan Penghasilan Yang Besar

Hal yang paling penting dalam memulai usaha peternakan sapi adalah dengan memilih calon bibit sapi yang unggul agar bisa mendapatkan keuntungan yang besar. Selain itu, memilih calon bibit merupakan langkah awal yang harus dilakuan sebelum menentukan pakan yang sesuai untuk ternak sapi.

Beberapa criteria yang dapat anda pelajari mengenai pemilihan bibit sapi yang bagus adalah sebagai berikut:

Pemilihan bibit dari jenis sapi yang berkualitas super

Memulai atau merintis usaha peternakan sapi, pemilihan bibit unggul harus diperhatikan betul-betul supaya anda dapat berhasil. Apalagi bila anda berniat untuk mengembangkan usaha peternakan sapi potong atau untuk usaha penggemukan. Banyak sekali jenis-jenis sapi yang unggul serta berkualitas super.

Misalnya saja sapi limosin, sapi bali, sapi metal, sapi simental, sapi Brahman, sapi  Australia, dan banyak lagi yang lain. Selain itu, diantara jenis-jenis sapi tersebut ada yang berdarah murni, namun ada juga yang berdarah campuran atau hasil persilangan. Bila anda memilih sapi yang hasil dari persilangan sebaiknya pilihsapi yang bentuknya menyerupai induk secara keseluruhan dan hamper miri 100% dari induknya.

Tingkat Umur

Untuk bibit, sebaiknya anda memilih anakan yang yang berumur kira-kira 2-3 tahuan. Karena ketika sapi menginjak usia 2-3 tahun akan menjadikan pertumbuhannya semakin cepat dan ideal.

Bentuk dan Kondisi Fisik

Sebelum memilih cobalah anda perhatikan kondisi dan bentuk tubuh sapi. Apakah sapi terlihat aktif, sehat, segar, tidak lesu, atau tidak cacat? Maka pilihlah bila criteria tersebut dipenuhi oleh sapi yang anda pilih. Selain itu, perhatikan juga bentuknya. Sapi  yang baik akan memilikitubuh yang proporsional, panjang, dadanya lebar, matanya bersinar dan bulunya pendek serta kering.

Setelah memilih calon bibit yang berkualitas super,  langkah selanjutnya adalah menentukan jenis pakan yang sesuai untuk sapi yang akan diternakan. Karena kualitas pakan juga akan mempengaruhi keberhasilan usaha serta pertumbuhan sapi secara baik.

Dalam setiap harinya, sapi sangat membutuhkan pakan yang baik supaya bisa memenuhi gizinya untuk menambah berat badan serta tumbuh seara sehat. Namun, pemilihan pakan juga harus anda perhatikan secara jeli. Agar pakan yang diberikan sesuai dengan selera sapi anda.

Tidak semua jenis sapi memiliki nafsu serta selera makan yang sama. Bahkan diantara mereka ada yang tidak menyukai jenis pakan tertentu, tapi ada juga yang menyukainya. Untuk tulah, anda dalam memilih jenis pakan sapi harus jeli dan teliti supaya pakan tidak mubazir.

Dalam memberikan pakan juga harus dilihat tingakt gizinya, baik atau tidaknya untuk sapi serta pengaruhnya apa terhadap perkembangan sapi tersebut. Banyak sekali kandungan-kandungan nutrisi yang dapat membantu menambah berat badan bagi sapi secar sehat. Kandungantersebut adalah vitamin, mineral, karbihidrat, protein, serta lemak. Kandungan atau nutrisi tersebut memiliki kegunaan baik yaitu untuk membantu sapi mengalami proses pertabahan berat badan secara cepat dansehat.

Selain nutrisi dan zat gizi, pakan yang baik juga harus dicari yang berkualitas. Artinya pakan tersebut tidak tercemar kotoran, tidak terserang bibit penyakit, tidak mengandung bakteri, serta terhindar dari pertumbuhan telur cacing.

Hampir sebagian besar peternak yang menjalankan bisnis peternakan sapi ini mengalami kegagalan. Kegagalan terseut diakibatkan karena ketidak tahuan mereka tentang  pengetahuan dan cara berbisnis peternakan sapi yang baik dan benar. Padahal kegagalan yang mereka dapatkan itu biasanya hanya karena suatu hal yang kecil saja misalnya masalah pemberian pakan yang kurang berkualitas.

Para peternak biasanya memilih usaha memelihara sapi dengan tujuan untuk dijadikan sapi pedaging atau sapi potong agar bisa dimanfaatkan dagingnya untuk dikonsumsi manusia. Bila kita lihat di Indonesia , jumlah atau tingkat konsumsi daging semakin hari semakin bertambah. Hal ini sesuai dengan jumlah penduduk di indoesia yang semakin meningkat. Hal tersebut juga membuat para pedagang di pasar local semakin kewalahan untuk memenuhinya. Sehingga mereka harus memunculkan ide supaya bisa meningkatkan jumlah produksi dagingnya.

Salah satu ide yang mereka lakukan untuk mengadapi permintaan konsumen yang terus meningkat adalah dengan melakukan program penggemukan sapi potong secara intensif. Cara tersebut tentu saja berhubungan dengan prosedur pemberian pakan yang baik dan berkualitas.

Pakan-pakan yang baik untuk program penggemuan sapi tersebut tentunya yang utama adalah pemberian pakan hijau seperti jenis rerumputan, jerami, saun lamtoro, dan lain-lain. Tidak hanya pakan hijau saja yang diberikan, melainkan sapi ternak juga diberikan pakan tambahan sebagai menu untuk mempercepat berat badannya naik.

Pakan tambahan tersebut disebut dengan nama pakan konsentrat. Pakan konsentrat adalah pakan yang dibuat dengan campuran dedak atau bekatul, kemudian ditambah dengan bungkil kelapa, garam dan tepung jagung. Pakan ini harus diberikan kepada sapi supaya sapi dapat mengalami pertumbuhan secara cepat.

Memulai Usaha Ternak Sapi Agar Mendapatkan Keuntungan Besar   

Memulai Usaha Ternak Sapi Agar Mendapatkan Keuntungan Besar  

Memilih bibit yang unggul untuk calon sapi ternak merupakan hal yang sangat penting untuk mendapatkan untung yang besar. Memilih calon bakalan sapi merupakan langkah pertama yang harus anda lakukan sebelum menentukan jenis pakan yang sesuai untuk ternak sapi.

Kriteria-kriteria Memilih Calon Bakalan Sapi Yang Bagus

  1. Memilih bibit sapi yang bagus

Bila anda ingin memilih bibit sapi, anda harus memperhatikan betul-betul kualitasnya. Apalagi bila bibit sapi yang akan anda pilih tersebut adalah untuk usaha penggemukan sapi. Banyak sekali jenis sapi yang berkualitas untuk bisa dijadikan bibit dan biasanya jenis bibit sapi yang bagus berasal dari sapi lokal dan berdarah murni hasil persilangan jenis sapi yang berkualitas. Jenis sapi persilangan adalah sapi limosin dan sapi simental. Sementara jenis sapi yang murni dari local adalah jenis sapi bali. Untuk memilih sapi persilangan sebaiknya pilih sapi yang bentuknya hampir mirip dan menyerupai induknya.

  1. Perhatikan Umur

Untuk calon bibit ternak sapi yang baik, umurnya kira-kira dicari yang sekitar 2 sampai 3 tahun. Karena ketika umur-umur itulah merupakan umur paling ideal untuk dijadikan bibit atau calon bakalan pada usaha peternakan.

  1. Kondisi Tubuh atau Fisik

Calon bibit atau bakalan Sapi yang bagus biasanya akan terlihat aktif, sehat, segar, tidak terlihat lesu atau lemah, serta tidak cacat dan bebas dari penyakit. Selain itu sapi harus mempunyai bentuk badan yang proporsional, terlihat panjang, memiliki dada lebar, berbulu kering atau pendek, serta matanya terlihat bersinar.

Memilih jenis pakan yang baik sangat menentukan keberhasilan usaha. Karena setiap sapi sangat membutuhkan pakan yang baik agar dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi dalam proses perkembangan berat badan dan pertumbuhannya. Namun, ketika akan memilih pakan tentu saja anda  harus memperhatikan betul-betul selera makan sapi yang anda ternakkan. Karena tidak semua sapi memiliki selera atau nafsu makan yang sama dengan sapi lainnya. Terkadang ada diantara mereka yang sangat tidak menyukai pakan tertentu, namun ada juga yang menyukainya. Untuk itu, ketika anda memilih pakan sapi atau ingin memberikan pakan sapi sebaiknya harus jeli dalam memilihnya supaya tidak salah pilih dan mubazir.

Kandungan nutrisi yang ada pada pakan juga harus anda perhatikan ketika anda ingin memilih jenis pakan yang baik untuk sapi. Untuk pertumbuhannya, sapi sangat memerlukan banyak sekali kandungan gizi, misalnya protein, karbohidrat, vitamin, mineral, serta lemak. Fungsi Kandungan-kandungan tersebut bagi  sapi adalah untuk mempercepat proses pertambahan berat badan dan sapi bisa tumbuh secara sehat. Selain mengandung nutrisi, pakanan sapi juga harus memiliki kualitas, misalnya pakan tersebut harus bersih, , tidak berbibit penyakit dan bakteri, tidak tercemar oleh kotoran dan tidak terdapat pertumbuhan telur cacing.

Hampir sebagian orang yang gagal ketika akan menjalankan bisnis peternakan sapi ini. Apalagi ketika mereka menjalankan usahanya tersebut mereka tidak tahu pasti dan detailnya mengenai cara-cara dan tips-tips dalam berbisnis sapi ternak. Biasanya kegagalan tersebut terjadi hanya karena sebuah hal kecil saja yaitu masalah pakan yang tidak berkualitas.

Biasanya peternak memelihara sapi hanya untuk dijadikan sebagai sapi pedaging atau sapi potong yang dimanfaatkan dagingnya untuk dikonsumsi. Bila kitatinjau saat ini di Negara Indonesia ini kebutuhan akan daging sangat besar sekali. Bahkan dari tahun ke tahun semakin meningkat saja. Padahal para peternak sangat kewalahan dalam memenuhi permintaan konsumen tersebut.

Salah satu cara atau program yang bisa dijalankan untuk menghalau kewalahan para peternak ketika memenuhi permintaan daging yang tinggi adalah dengan program penggemukan sapi potong secara lebih intensif. Cara tersebut seperti dengan memberikan pakan yang berkualitas, selalu memelihara kesehatan hewan ternak, menyediakan kandang yang sesuai, dan memberikan vaksinasi pada hewan ternak secara rutin.

Ada dua macam pakan yang bagus untuk diberikan kepada sapi khususnya untuk usaha meningkatkan jumlah produksi daging yang semakin meningkat. Kedua pakan yang bagus tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Pakan hijau

Pakan hijau yang dapat diberikan kepada sapi adalah rumput kolonjono, gamal, jerami, daun lamtoro, dan lain-lain.

  1. Pakan konsentrat

Campuran yang bisa dibuat pakan konentrat adalah dedak/bekatul, bungkil kelapa, garam, dan tepung jagung.

Trik atau Tips Agar Sukses Ternak Sapi yang Harus Kamu Ketahui

Trik atau Tips Agar Sukses Ternak Sapi yang Harus Kamu Ketahui

Dalam memulai sebuah usaha peternakan sapi, memilih jenis pakan yang baik sangat menentukan keberhasilan usaha tersebut. Karena pakan yang baik untuk sapi akan membantu memenuhi kebutuhan gizi dalam proses pertumbuhannya. Namun, dalam memilih pakan tentu saja harus diperhatikan betul-betul tentang selera sapi yang anda ternakkan. Karena tidak semua jenis sapi mempunyai selera makan yang sama. Kadang juga ada diantara mereka yang tidak menyukai pakan tertentu. Untuk itu, sebaiknya anda jeli ketika ingin memberikan jenis pakan sapi.

Memilih jenis pakan yang baik juga harus diperhatikan kandungan nutrisi yang ada di dalamnya. Banyak sekali kandungan gizi yang sangat diperlukan oleh sapi untuk pertumbuhannya. Misalnya pakan tersebut harus mengandung protein, karbohidrat, vitamin, mineral, serta lemak. Kandungan-kandungan tersebut sangat penting untuk sapi karena bisa mempercepat proses pertambahan berat badan sapi secara sehat. Selain bernutrisi, pakan sapi juga harus yang berkualitas. Maksudnya, pakan tersebut harus bersih, tidak tercemar oleh kotoran, bibit penyakit, bakteri, dan pertumbuhan telur cacing.

Hampir sebagian orang menjalankan bisnis peternakan sapi ini banyak yang gagal. Apalagi dalam menjalankan usahanya tersebut mereka tidak mengetahui secara pasti dan detail mengenai teknik-teknik dan trik-trik dalam berbisnis sapi ternak. Kegagalan yang mereka dapatkan biasanya terjadi hanya karena sebuah hal kecil yaitu pakan yang kurang berkualitas. Selain itu kadang tidak diperhatikan kesehatannya dan cara perawatannya yang kurang sesuai.

Selain pakan yang perlu diperhatikan, memilih jenis bibit sapi yang berkualitas juga harus dilakukan agar hasil yang didapatkannya juga berkualitas. Jenis-jenis sapi yang memiliki kualitas bagus adalah sapi Brahman, sapi bali, sapi autralia, sapi limosin, sapi metal, dan sapi simental. Jenis-jenis sapi tersebut memiliki kualitas yang sangat bagus dan bernilai jual yang sangat tinggi.

Memelihara sapi untuk ternak, biasanya dilakukan oleh peternak untuk diambil manfaat dagingnya unttuk dikonsumsi manusia. Apalagi bila kita tinjau saat ini di Indonesia kebutuhan akan daging sapi semakin meningkat dari hari ke hari dan selalu saja peternak kewalahan untuk memenuhinya.

Meningkatkan produksi daging untuk memenuhi permintaan konsumen merupakan cara yang baik agar kebutuhan konsumen menjadi terpenuhi. Cara meningkatkan produksi tersebut seperti memberikan pakan yang berkualitas, menyediakan kandang yang ideal, memelihara dan merawat kesehatannya secara rutin, serta pemberian vaksinasi agar terhindar dari penyakit.

Ada dua jenis pakan yang sesuai untuk diberikan kepada hewan ternak khususnya sapi. Kedua pakan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Pakan Hijau

Pakan hijau merupakan menu pokok yang harus diberikan kepada sapi untuk memenuhi kebutuhan gizi alami pada sapi. Pakan hijau yang dapat diberikan untuk sapi adalah jenis rerumputan, daun lamtoro, atau sisa-sisa pertanian seperti jerami.

  1. Pakan Konsentrat

Pakan konsentrat dibuat dari campuran dedak atau bekatul, tepung jagung, bungkil kelapa serta garam. Pakan ini berguna untuk menambah berat badan sapi secara cepat.

Selain pakan yang berkualitas, pemilihan bibit yang unggul untuk calon sapi ternak juga merupakan hal yang sangat penting guna mendapatkan keuntungan yang besar. Sebetulnya memilih calon bakalan sapi merupakan langkah awal sebelum menentukan jenis pakan yangsesuai. Berikut ini adalah beberapa criteria untuk memilih calon bakalan sapi yang baik dan berkualitas.

  1. Mencari bibit sapi yang berkualitas

Dalam memilih bibit sapi harus diperhatikan betul-betul kualitasnya. Apalagi bila sapi tersebut untuk usaha penggemukan sapi. Biasanya jenis bibit sapi yang bagus berasal dari sapi local yang memiliki darah murni dari hasil persilangan jenis sapi yang berkualitas. Hasil persilangan sapi yang bagus adalah sapi limosin dan sapi simental. Atau mencari jenis sapi yang murni dari local yaitu sapi bali. Dalam memilih sapi dari jenis sapi persilangan sebaiknya pilih sapi yang bentuknya menyerupai induknya.

  1. Umur sapi

Umur sapi yang baik untuk dijadikan calon bibit atau bakalan sapi adalah dipilih yang kira-kira baru berumur 2 sampai 3 tahun. Karena umur tersebut merupakan umur paling ideal untuk dijadikan usaha peternakan sapi.

  1. Bentuk Fisik

Sapi yang bagus biasanya terlihat sehat, aktif, segar, tidak cacat, serta tidak terlihat lesu atau lemah. Selain itu sapi harus berbadan proporsional, panjang, dada lebar, bulu kering atau pendek, serta matanya bersinar.

Trik Ternak Sapi dengan Tehnik Pakan secara Baik

Trik Ternak Sapi dengan Tehnik Pakan secara Baik

Ternak sapi – Indonesia kaya dengan berbagai macam ternak, salah satu hewan ternak yang memiliki banyak keuntungan yaitu sapi. Sapi merupakan hewan ternak yang memiliki banyak keuntungan bagi pemiliknya, diantaranya sapi dapat diambil susunya untuk dijadikan minuman olahan, daging dan kulit sebagai bahan makanan manusia, selain itu juga kulit sapi bisa diolah menjadi kerajinan tangan salah satunya tas kulit sapi. Selain menjadi bahan olahan makanan dan juga, sapi juga bisa dijadikan alat transpotasi untuk menarik gerobak ataupun membajak sawah.

Tidak semua orang berhasil dalam melakukan ternak sapi potong, hal ini karena ketidaktahuan mereka dalam melakukan ternak sapi. Ternak sapi potong tidak hanya dilakukan dengan cara memberikan pakan saja, namun pemberian vitamin juga harus dilakukan agar sapi tetap nomal dan kebutuhan gizinya terjaga. Pada melakukan penggemukan ada beberapa syarat terutama pada pakannya.

Di Indonesi budidaya sapi masih minim dan usaha berternak sapi kebayakan masih dengan menggunakan sistem tradisional dan dijadikan sebagai usaha sambilan. Pertumbuhan penduduk di Indonesia semakin meningkat sehingga jumlah permintaan dan kebutuhan daging juga tinggi, terutama daging sapi. Namun, jumlah produksi daging sapi saat ini masih belum bisa memenuhi jumlah kebutuhan masyarakat akan daging.

Dalam ternak sapi potong, pakan sapi adalah nomor satu karena pakan yang baik akan sangat cepat ternak sapi tersebut. Namun, kadang pakan menjadi masalah karena ada sebagian sapi yang cocok dengan beberapa jenis pakan. Maka dari itu, pembudidaya harus pandai mencari pakan yang cocok untuk sapi terutama dalam masa ternak sapi potong tersebut.

Carilah pakan sapi yang memiliki kandungan gizi yang cukup untuk kebutuhan sapi tersebut, pakan haruslah mengandung protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral. Serta pakan tersebut dalam keadaan baik dan tidak tercemar kotoran atau bibit penyakit yang bisa merusak pakan tersebut. Untuk mencari pakan, carilah pakan di siang hari atau sore hari hal ini karena untuk menghindari telur cacing.

Daging sapi yang diproduksi untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yaitu daging sapi potong. Sapi potong meruapakan sapi yang dipelihara dengan tujuan untuk diambil dagingnya. Dengan begitu tingginya permintaan produksi daging di masyarakat sehingga pelaku usaha atau pembudidaya sapi potong berpikir bagaimana cara untuk ternak sapi potong tersebut.

Jenis Pakan Sapi Potong

  1. Pakan Hijau

Pakan hijau sangat baik untuk sapi terutama pada masa penggemukan. Pakan hijau yang dapat diberikan yaitu jenis rumput, siratro, lamtoro, gamal, centro. Daun lamtoro, limbah pertanian yaitu jerami. Pakan hijau merupakan pakan utama sapi, jadi pakan harus baru agar sapi mendapatkan gizi yang cukup untuk pertumbuhannya.

  1. Pakan Konsentrat

Pakan konsentrat atau pakan penguat yaitu berupa pakan olahan seperti dedak padi yang telah dicampurkan bungkil kelapa, tepung tulang dan garam dapur. Pakan konsentrat ini 70% dedak, 30% bungkil kelapa, 0,5% tepung tulang dan 1% garam dapur, komposisi olahan tersebut harus sesuai jangan terlalu banyak salah satunya agar gizi sesuai untuk kebutuhan sapi tersebut.

Cara Pemberian Pakan untuk Sapi Potong

Pakan untuk ternak sapi harus diatur agar ternak sapi potong tersebut sesuai target yang diharapkan. Nah, bagi pebisnis sebaiknya memberikan pakan hijau lebih banyak dari pada olahan konsentrat, karena pakan hijau adalah makanan utama sapi. Waktu yang tepat dalam pemberian pakan yaitu pukul 8 pagi, 12 siang, dan 5 sore, tiga kali dalam sehari merupakan standar pemberiaan pakan untuk ternak.

Trik Ternak sapi Potong dengan Pemberian Pakan yang Baik

Trik Ternak sapi Potong dengan Pemberian Pakan yang Baik

Ternak sapi – Daging sapi yang diproduksi untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yaitu daging sapi potong. Sapi potong meruapakan sapi yang dipelihara dengan tujuan untuk diambil dagingnya. Dengan begitu tingginya permintaan produksi daging di masyarakat sehingga pelaku usaha atau pembudidaya sapi potong berpikir bagaimana cara untuk ternak sapi potong tersebut.

Indonesia kaya dengan berbagai macam ternak, salah satu hewan ternak yang memiliki banyak keuntungan yaitu sapi. Sapi merupakan hewan ternak yang memiliki banyak keuntungan bagi pemiliknya, diantaranya sapi dapat diambil susunya untuk dijadikan minuman olahan, daging dan kulit sebagai bahan makanan manusia, selain itu juga kulit sapi bisa diolah menjadi kerajinan tangan salah satunya tas kulit sapi. Selain menjadi bahan olahan makanan ataupun kerajinan, sapi juga bisa dijadikan alat transpotasi untuk menarik gerobak dan membajak sawah.

Carilah pakan sapi yang memiliki kandungan gizi yang cukup untuk kebutuhan sapi tersebut, pakan haruslah mengandung protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral. Serta pakan tersebut dalam keadaan baik dan tidak tercemar kotoran atau bibit penyakit yang bisa merusak pakan tersebut. Untuk mencari pakan, carilah pakan di siang hari atau sore hari hal ini karena untuk menghindari telur cacing.

Tidak semua orang berhasil dalam melakukan ternak sapi potong, hal ini karena ketidaktahuan mereka dalam melakukan ternak sapi. Ternak sapi potong tidak hanya dilakukan dengan cara memberikan pakan saja, namun pemberian vitamin juga harus dilakukan agar sapi tetap sehat dan kebutuhan gizinya terjaga. Dalam melakukan penggemukan ada beberapa syarat terutama pada pakannya.

Di Indonesi budidaya sapi masih minim dan usaha berternak sapi kebayakan masih dengan menggunakan sistem tradisional dan dijadikan sebagai usaha sambilan. Pertumbuhan penduduk di Indonesia semakin meningkat sehingga jumlah permintaan dan kebutuhan daging juga tinggi, terutama daging sapi. Namun, jumlah produksi daging sapi saat ini masih belum bisa memenuhi jumlah kebutuhan masyarakat akan daging.

Dalam ternak sapi potong, pakan sapi adalah nomor satu karena pakan yang baik akan sangat cepat ternak sapi tersebut. Namun, kadang pakan menjadi masalah karena ada sebagian sapi yang cocok dengan beberapa jenis pakan. Maka dari itu, pembudidaya harus pandai mencari pakan yang cocok untuk sapi terutama dalam masa ternak sapi potong tersebut.

Jenis Pakan Sapi Potong

  1. Pakan Hijau

Pakan hijau sangat baik untuk sapi terutama pada masa penggemukan. Pakan hijau yang dapat diberikan yaitu jenis rumput, siratro, lamtoro, gamal, centro. Daun lamtoro, limbah pertanian yaitu jerami. Pakan hijau bisa dijadikan pakan utama sapi, jadi pakan harus segar agar sapi mendapatkan gizi yang cukup untuk pertumbuhannya.

  1. Pakan Konsentrat

Pakan konsentrat atau pakan penguat yaitu berupa pakan olahan seperti dedak padi yang telah dicampurkan bungkil kelapa, tepung tulang dan garam dapur. Pakan konsentrat ini 70% dedak, 30% bungkil kelapa, 0,5% tepung tulang dan 1% garam dapur, komposisi olahan tersebut harus sesuai jangan terlalu banyak salah satunya agar gizi seimbang untuk kebutuhan sapi tersebut.

Cara Pemberian Pakan untuk Sapi Potong

Pakan untuk ternak sapi harus diatur agar ternak sapi potong tersebut sesuai target yang diharapkan. Nah, bagi pebisnis sebaiknya memberikan pakan hijau lebih banyak dari pada olahan konsentrat, karena pakan hijau adalah makanan utama sapi. Waktu yang cocok dalam pemberian pakan yaitu pukul 8 pagi, 12 siang, dan 5 sore, tiga kali dalam sehari merupakan standar pemberiaan pakan untuk ternak.